SINGKAWANG, MEDIA KALBAR – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singkawang menyatakan solidaritas dan dukungan moril kepada Ketua Umum HMI Cabang Mempawah menyusul pemberitaan mengenai dugaan teror dan ancaman yang dialaminya.
Dugaan intimidasi tersebut disebut muncul setelah Ketua Umum HMI Cabang Mempawah menyampaikan rilis dan tanggapan terhadap suatu peristiwa yang melibatkan salah seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Mempawah.
Ketua Umum HMI Cabang Singkawang, Muhammad Sukri atau dikenal sebagai Sukri Peci Merah, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tidak boleh dibungkam melalui ancaman ataupun tekanan.
Menurutnya, setiap kader HMI memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi secara bertanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
“Penyampaian kritik terhadap persoalan publik merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap tegaknya nilai keadilan, demokrasi, dan supremasi hukum,” kata Muhammad Sukri dalam pernyataan sikapnya.
HMI Cabang Singkawang menilai dugaan teror dan ancaman terhadap kader yang menyampaikan aspirasi secara konstitusional harus mendapatkan perhatian serius. Kasus tersebut tidak boleh dibiarkan menguap tanpa kejelasan karena dapat menciptakan ketakutan dan mengancam ruang kebebasan berpendapat.
Organisasi tersebut mendorong aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan intimidasi secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Proses tersebut dinilai penting untuk mengungkap fakta sekaligus memberikan kepastian dan perlindungan kepada pihak yang merasa terancam.
“Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan intimidasi atau tindakan yang dapat mengancam keselamatan seseorang,” tegasnya.
HMI Cabang Singkawang juga mengingatkan seluruh pihak agar mengedepankan dialog, keterbukaan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Selain mendesak pengusutan, HMI Singkawang menyampaikan empat sikap. Pertama, memberikan dukungan moril kepada Ketua Umum HMI Cabang Mempawah agar tetap teguh dan konsisten menjalankan tanggung jawab organisasi.
Kedua, mengajak seluruh kader HMI memperkuat solidaritas dan persaudaraan dengan tetap menjalankan perjuangan secara damai, kritis, serta bermartabat.
Ketiga, mendorong dugaan teror dan ancaman ditangani secara objektif, transparan, dan berdasarkan hukum. Keempat, meminta seluruh pihak menghormati kebebasan berpendapat serta menjadikan dialog dan supremasi hukum sebagai jalan penyelesaian.
Muhammad Sukri menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa harus tetap berpijak pada nilai keislaman, keindonesiaan, dan independensi organisasi. Tekanan yang muncul tidak boleh melemahkan fungsi mahasiswa sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial.
“Kepada Ketua Umum HMI Cabang Mempawah, tetaplah kuat dan istiqamah dalam perjuangan. Jangan biarkan situasi ini melemahkan semangat pengabdian dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan HMI,” ujarnya.
HMI Cabang Singkawang berharap seluruh pihak menahan diri dan menghormati proses hukum. Pada saat yang sama, aparat diharapkan memastikan setiap warga negara dapat menyampaikan kritik tanpa dihantui rasa takut maupun ancaman terhadap keselamatannya.
Yakin Usaha Sampai! (Rai)










Comment