Kapuas Hulu, Media Kalbar
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus bersama Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Chandra melakukan peninjauan dan peresmian Jembatan Gantung Desa Tanjung Karang.

Jembatan gantung ini menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Tanjung Karang, Desa Padua Mendalam, Desa Datah Dian dan di sekitarnya. Keberadaan jembatan sangat strategis karena di seberang sungai terdapat fasilitas pendidikan SD dan SMP yang setiap hari dilalui anak-anak.
“Jembatan ini menuntaskan masalah bagi masyarakat yang selama ini menantang badai, menantang bahaya melalui sungai. Kalau air lagi pasang besar, musim banjir ini deras sekali, berbahaya sekali bagi bukan saja anak-anak termasuk juga orang dewasa,” ujar Lasarus dalam keterangannya di lokasi.
“Jadi dengan adanya jembatan ini dengan sendirinya sudah menghadirkan keamanan, kenyamanan bagi masyarakat di tiga desa,” tegasnya.
Pantauan di lapangan, jembatan gantung dengan konstruksi baja merah-putih tersebut membentang di atas sungai dengan pagar pengaman yang kokoh. Lasarus bersama rombongan berjalan kaki menyusuri jembatan untuk memastikan kelayakan dan keamanan konstruksi.
Momen haru terjadi saat Ketua Komis V DPR RI Lasarus bertemu dengan puluhan siswa-siswi SD berseragam pramuka yang menyambut di ujung jembatan. Lasarus tampak menyapa, melakukan tos, dan berdialog hangat dengan para pelajar.
“Gimana adik-adik senang ada jembatan? Senang,” tanya Lasarus yang dijawab kompak oleh anak-anak.
Kehadiran jembatan ini disambut antusias masyarakat. Selain mendukung akses pendidikan, jembatan juga memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian antar desa yang sebelumnya terisolir saat debit air sungai meningkat.
Lasarus yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar ini berkomitmen terus mendorong pembangunan infrastruktur konektivitas di wilayah pedalaman dan perbatasan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. (*/Amad)








Comment