Pontianak, Media Kalbar — Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi vertikal terkait memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan coffee morning, yang dihadiri Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Kepala BPS, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Bart, dan jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, di Balai Petitih, Jumat (23/10/2026).
Ria Norsan mengatakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas perlu berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, pemberdayaan potensi berbagai sektor, diantaranya sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pariwisata perlu didukung dengan kebijakan yang tepat dan pelayanan birokrasi yang responsif.
“Pertumbuhan ekonomi Kalbar menunjukkan tren yang positif. Namun, kita tidak boleh cepat puas. Sektor-sektor penggerak utama harus terus didukung agar manfaat pertumbuhan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta jajaran OPD bekerja proaktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Ria Norsan juga menyampaikan sejumlah indikator ekonomi Kalbar. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,39 persen, melampaui sasaran 4,91–5,30 persen. PDRB per kapita mencapai Rp56,98 juta, tingkat kemiskinan sebesar 5,97 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 72,09.
Pada 2026, sasaran pertumbuhan ekonomi Kalbar dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ditetapkan pada kisaran 5,19–6,18 persen. Hingga triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi secara kumulatif (cumulative-to-cumulative atau c-to-c) tercatat sebesar 5,61 persen.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Gubernur meminta pemerintah daerah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama pemerintah kabupaten dan kota. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan produktivitas tenaga kerja.
Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen bersama, Pemprov Kalbar berharap pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat secara berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (*/Amad)











Comment