PONTIANAK, Media Kalbar
Polresta Pontianak melakukan uji lapangan efektivitas cairan X-Fire dalam membantu pemadaman dan pencegahan asap pada lahan gambut yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, bertempat di lokasi Karhutla Jalan Kebangkitan Nasional, Gang Bentasan 2, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara.
Uji lapangan dilakukan dengan membuat campuran air dan cairan X-Fire. Selanjutnya, petugas menentukan dua petak lahan gambut dengan kondisi yang relatif sama sebagai lokasi perbandingan.
Pada Petak A, dilakukan penyemprotan menggunakan air biasa, sedangkan Petak B disemprot menggunakan campuran air dengan cairan X-Fire. Perbandingan tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas masing-masing metode dalam proses pemadaman serta pengendalian asap pada lahan gambut.
Kegiatan tersebut diikuti Kapolsek Pontianak Utara Kompol I Made Aris Candra Putra, S.I.K., Kasat Samapta Polresta Pontianak AKP Suwanto, S.H., serta Kabag Log Polresta Pontianak AKP Sangidun, S.Sos.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., mengatakan uji lapangan tersebut merupakan bagian dari upaya Polresta Pontianak mencari metode yang efektif dalam penanganan Karhutla, khususnya pada lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dengan lahan biasa.
“Uji lapangan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana efektivitas cairan X-Fire dalam membantu proses pemadaman dan mengurangi potensi munculnya asap kembali pada lahan gambut,” ujar Kapolresta.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan langkah cepat, tepat dan berkelanjutan, terlebih kondisi lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
“Polresta Pontianak akan terus melakukan berbagai upaya dan inovasi dalam penanganan Karhutla. Namun yang paling utama adalah pencegahan dan peran serta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Pontianak berharap dapat memperoleh hasil yang menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan Karhutla secara lebih efektif di lapangan. (*/Amad)









Comment