by

Ratusan Warga Datangi DPRD Sambas, Soroti Jalan hingga Harga Kelapa Anjlok

SAMBAS, MEDIA KALBAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jawai Bersatu mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (21/7/2026). Mereka menyampaikan sejumlah persoalan ekonomi dan infrastruktur yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Kedatangan warga diterima oleh Wakil Ketua bersama sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sambas. Audiensi yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Sambas turut dihadiri enam anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, yang meliputi Kecamatan Jawai, Jawai Selatan, dan Tekarang.

Hadir pula Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sambas, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sambas, serta perwakilan Polres Sambas dan Kodim 1208/Sambas.

Perwakilan Aliansi Masyarakat Jawai Bersatu, Fendi, mengatakan kedatangan warga bertujuan menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kerusakan infrastruktur jalan, penurunan harga kelapa, hingga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, sebagian besar masyarakat Kecamatan Jawai menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa. Penurunan harga komoditas tersebut dalam beberapa bulan terakhir telah menekan pendapatan petani.

“Kebanyakan masyarakat di Kecamatan Jawai merupakan petani kelapa. Kehadiran kami di DPRD ini untuk menyampaikan masalah penurunan harga kelapa kepada wakil rakyat,” ujar Fendi.

Ia menyebut harga kelapa di tingkat petani saat ini hanya sekitar Rp1.900 per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan harga beberapa bulan sebelumnya.

“Harga saat ini hanya Rp1.900 per kilogram. Penurunannya cukup jauh sehingga pendapatan masyarakat ikut turun drastis,” katanya.

Selain persoalan harga kelapa, warga juga mempertanyakan kepastian perbaikan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Jawai. Kondisi infrastruktur tersebut dinilai memengaruhi mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Persoalan lain yang disampaikan adalah harga dan ketersediaan BBM jenis Pertalite. Warga mengaku sempat mengalami kesulitan memperoleh BBM tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami juga menyampaikan masalah harga dan ketersediaan Pertalite karena beberapa waktu lalu BBM jenis ini sulit diperoleh,” kata Fendi.

Setelah menerima penjelasan dari DPRD dan perangkat daerah terkait, Fendi mengatakan warga untuk sementara dapat menerima pemaparan yang disampaikan dalam audiensi tersebut.

“Untuk sementara, kami merasa puas dengan penjelasan dari DPRD dan dinas terkait. Kami berterima kasih karena aspirasi masyarakat telah diterima,” pungkasnya.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed