Kubu Raya, Media Kalbar
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmennya untuk membangun Kecamatan Teluk Pakedai secara adil dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Safari Ramadan di Masjid Nurul Islam, Desa Teluk Pakedai Dua, Kecamatan Teluk Pakedai, Sabtu (28/2/2026).
Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Bupati menyampaikan bahwa kunjungannya ke Teluk Pakedai kali ini merupakan yang ketujuh kalinya sejak dirinya dilantik, meski belum genap satu tahun menjabat.
“Hari ini jadwal Safari Ramadan di Teluk Pakedai. Alhamdulillah, meskipun selama bulan Ramadan saya sebenarnya memberikan dispensasi kepada teman-teman OPD untuk fokus beribadah dan bersama keluarga, namun masih banyak yang mendampingi saya.Termasuk Wakil Ketua DPRD, para kepala OPD, camat, forkopimcam, kepala desa, serta rekan-rekan dewan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Teluk Pakedai selama ini memang terkesan tertinggal dari sisi pembangunan. Namun menurutnya, membangun daerah tidak boleh dilihat dari kacamata politik elektoral semata.
“Kalau membangun hanya berdasarkan politik elektoral, mungkin Teluk Pakedai tidak dilirik. DPT saya di sini tidak sampai 20 ribu, jaraknya jauh, jalannya rusak. Bahkan dalam Pilkada saya kalah di sini. Tetapi saya harus memenuhi azas keadilan,” tegasnya.
Sujiwo menjelaskan bahwa dalam membangun suatu daerah, ia selalu berpegang pada tiga azas utama, yakni azas manfaat, azas prioritas, dan azas keadilan. Karena itu, pembangunan jalan poros di Teluk Pakedai tetap menjadi prioritas.
“Tahun lalu sudah masuk anggaran Rp2,5 miliar, dan tahun ini kita tambah lagi Rp2,5 miliar. Habis Lebaran sudah saya minta Kadis PU segera eksekusi. Jalan poros ini aspirasi masyarakat dan sangat strategis untuk ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan juga diarahkan ke wilayah Desa Sungai Deras dan Arus Deras. Ia berharap pembangunan tersebut dibarengi dengan partisipasi aktif masyarakat, termasuk menghidupkan kembali budaya gotong royong.
“Ketika negara sedang susah, partisipasi masyarakat juga harus tinggi. Lampu-lampu hias dan lampu jalan yang sudah terpasang ini bagus, tinggal kita jaga bersama. Gotong royong harus diaktifkan kembali,” pesannya.
Sujiwo juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Kubu Raya mengalami pemangkasan anggaran transfer pusat sebesar Rp397 miliar. Meski demikian, ia memastikan pelayanan publik tidak akan terganggu dan menargetkan seluruh jalan poros strategis atau jalan poros ekonomi dapat dituntaskan dalam satu periode kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.
Pada momentum Safari Ramadan tersebut, Sujiwo juga menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan Masjid Nurul Islam hingga selesai. Menurutnya, masjid tersebut merupakan kebanggaan masyarakat Teluk Pakedai.
“Saya tidak ingin memiliki jarak sejengkal pun dengan rakyat yang saya pimpin. Saya ingin selalu dekat, membangun ikatan emosional. Masjid Nurul Islam ini insyaallah akan saya kawal sampai tuntas,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil DPRD Kabupaten Kubu Raya, Zulkarnaen, SP, turut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bupati dan jajaran pemerintah daerah dalam Safari Ramadan tersebut.
“Kami dari DPRD Kabupaten Kubu Raya alhamdulillah bisa hadir bersama Bapak Bupati di Kecamatan Teluk Pakedai, tepatnya di Masjid Nurul Islam Desa Teluk Pakedai Dua. Kegiatan ini menjadi momentum merajut silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan dukungan DPRD terhadap komitmen Bupati dalam mengawal pembangunan Masjid Nurul Islam hingga tuntas, sebagai masjid kebanggaan masyarakat Teluk Pakedai.
Safari Ramadan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat dalam semangat membangun Kubu Raya secara adil dan merata. (Mk/Ismail)











Comment