SAMBAS, Media Kalbar – Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu beranda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Setelah memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kecamatan Sajingan Besar, kini wilayah tersebut bersiap mengoperasikan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kecamatan Paloh.
PLB Temajuk dijadwalkan diresmikan pada Jumat, 21 Agustus 2026, oleh Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Kehadirannya membuat Sambas memiliki dua pintu penting menuju kawasan perbatasan RI-Malaysia, yakni melalui Aruk dan Temajuk.
PLBN Aruk selama ini menjadi gerbang resmi yang melayani aktivitas lintas batas Indonesia-Malaysia, termasuk pelayanan keimigrasian, kepabeanan, karantina, dan pemeriksaan lainnya.
Menjelang peresmian PLB Temajuk, Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., didampingi Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sambas Septiza, S.T., M.Kes., meninjau kesiapan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sabtu (15/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta seluruh rangkaian kegiatan yang akan digelar saat peresmian.
Kehadiran PLB Temajuk menjadi momentum penting bagi masyarakat di kawasan ujung utara Kabupaten Sambas. Selama ini masyarakat Temajuk menghadapi keterbatasan akses keluar masuk di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Bupati Satono menegaskan pembangunan PLB Temajuk bukan sekadar menghadirkan sebuah gerbang di garis batas negara. Lebih dari itu, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi awal terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sambas juga ingin menjadikan kawasan perbatasan sebagai beranda depan negara yang aman, produktif, dan berdaya saing, sekaligus membuka ruang pertumbuhan bagi sektor pariwisata, UMKM, perdagangan, dan ekonomi masyarakat.
Keberadaan dua pintu perbatasan, yakni Aruk di Kecamatan Sajingan Besar dan Temajuk di Kecamatan Paloh, juga dinilai semakin memperkuat posisi strategis Kabupaten Sambas sebagai salah satu kawasan penghubung Indonesia dengan Malaysia di Kalimantan Barat.
Temajuk sendiri memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Kehadiran PLB diharapkan dapat ikut mendorong peningkatan kunjungan, pergerakan ekonomi masyarakat serta tumbuhnya usaha-usaha baru di kawasan perbatasan.
Peresmian PLB Temajuk pada 21 Agustus mendatang akan dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan, mulai dari Fun Run Border Temajuk, festival kuliner, pentas seni hingga bazar UMKM.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkenalkan potensi Temajuk sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.
Turut hadir dalam peninjauan sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Paloh, Kepala Desa Temajuk serta masyarakat setempat.
Dengan hadirnya PLB Temajuk, Sambas kini memiliki dua wajah strategis yang menghadap langsung ke Malaysia: Aruk sebagai PLBN dan Temajuk sebagai PLB. Keduanya diharapkan tidak hanya menjadi simbol kedaulatan negara, tetapi juga menjadi pintu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan.(Rai)











Comment