Sungai Kakap, Media Kalbar
Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN 22 Sungai Kakap yang berlokasi di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Satu ruang kelas di sekolah tersebut ambruk hingga ke bagian teras dan berdampak pada bangunan kelas lain yang berada di sampingnya.
Berdasarkan hasil investigasi tim awak media di lokasi pada Jumat (22/5/2026), terlihat bangunan ruang kelas mengalami kerusakan berat. Material bangunan runtuh hingga menyentuh permukaan tanah, sementara bagian struktur lainnya tampak retak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Plt Kepala SDN 22 Sungai Kakap, Nuraini, S.Pd, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut diduga terjadi akibat usia bangunan yang sudah tua serta kondisi tanah di bawah bangunan yang labil.
Menurutnya, kondisi tanah yang sering terendam saat musim banjir menyebabkan pondasi bangunan mengalami penurunan dan tidak lagi mampu menopang beban bangunan secara maksimal.
”Bangunan ini sudah cukup tua. Selain itu, tanah di bawah bangunan juga labil. Saat musim banjir, pondasi tidak mampu lagi menahan beban sehingga ruang kelas ini akhirnya ambruk,” ujar Nuraini.
Ia menjelaskan bahwa ruang kelas yang ambruk tersebut sebelumnya digunakan oleh siswa kelas VI. Namun demi alasan keselamatan, ruangan tersebut kini tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Akibat ambruknya satu ruang kelas, aktivitas pembelajaran di sekolah menjadi terganggu. Dari total enam ruang kelas yang dimiliki, kini hanya lima ruang yang dapat digunakan. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah mencari solusi darurat agar proses belajar tetap berjalan.
”Satu rombongan belajar terpaksa menggunakan ruang perpustakaan sebagai tempat belajar sementara karena ruang kelas yang tersedia sudah tidak mencukupi,” katanya.
Tidak hanya menghadapi persoalan infrastruktur, SDN 22 Sungai Kakap juga mengalami kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru pendidikan jasmani dan olahraga. Kondisi tersebut dinilai semakin menambah tantangan dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal kepada siswa.
Saat ini jumlah peserta didik di SDN 22 Sungai Kakap mencapai sekitar 221 siswa. Dengan jumlah siswa yang cukup banyak, kebutuhan ruang belajar yang layak dan tenaga pendidik yang memadai menjadi kebutuhan mendesak.
Nuraini berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat segera turun tangan untuk membantu memperbaiki bangunan yang rusak serta memenuhi kebutuhan tenaga guru di sekolah tersebut.
”Kami berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, dapat segera memberikan bantuan. Sekolah tidak memiliki kemampuan untuk membangun kembali ruang kelas yang ambruk. Kami sangat khawatir kondisi ini akan semakin mengganggu proses belajar mengajar dan merugikan anak-anak,” harapnya.
Pihak sekolah menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat dan memerlukan perhatian serius. Selain demi kelancaran proses pendidikan, langkah cepat pemerintah juga dibutuhkan untuk menjamin keamanan dan keselamatan ratusan siswa yang setiap hari menuntut ilmu di SDN 22 Sungai Kakap.
Dengan kerusakan bangunan yang semakin parah dan keterbatasan sarana yang ada, harapan kini tertuju pada respons cepat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman di ruang kelas yang layak. (Mk/Ismail)











Comment