SAMBAS , MEDIA KALBAR – Isu dugaan roti yang mendekati masa kedaluwarsa di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, memicu sorotan publik. Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sambas, Dzaki,. SH akhirnya buka suara dan mengakui adanya temuan tersebut setelah dilakukan pendalaman internal.
Dalam keterangannya, Dzaki menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu informasi itu mencuat ke masyarakat.
“Kami tidak menutup-nutupi. Begitu ada laporan dugaan roti mendekati masa kedaluwarsa, kami langsung melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan Kepala SPPG serta mitra pengelola,” tegas Dzaki.
Hasil koordinasi itu, kata dia, menunjukkan perlunya tindakan cepat untuk mencegah risiko terhadap penerima manfaat program pemenuhan gizi. Pihaknya pun memerintahkan mitra untuk segera menarik dan mengganti produk yang dipersoalkan.
“Kami tidak mentoleransi kelalaian sekecil apa pun dalam distribusi bahan pangan. Mitra kami minta segera mengganti item tersebut dengan yang baru dan layak konsumsi,” ujarnya.
Dzaki memastikan, seluruh item pengganti telah didistribusikan kembali kepada penerima manfaat. Namun ia tak menampik bahwa kejadian ini menjadi catatan serius bagi pengawasan internal.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat. Program ini menyangkut kesehatan dan kepercayaan publik. Tidak boleh ada celah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang cepat melaporkan dugaan tersebut, seraya menegaskan bahwa pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas program.(Rai)











Comment