Sambas, Media Kalbar – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sambas, Riza Sunanda, S.T., M.T., M.Eng., mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Hal ini disampaikan menyikapi masih maraknya perilaku bullying, penghinaan, hingga ujaran kebencian yang terjadi di ruang digital.
Riza mengatakan, media sosial seharusnya menjadi sarana untuk berbagi informasi, mempererat silaturahmi, menyampaikan gagasan, serta membangun komunikasi yang positif. Namun, apabila digunakan secara tidak bijak, media sosial justru dapat menimbulkan persoalan sosial, bahkan berpotensi berurusan dengan hukum.
“Media sosial itu ruang publik. Apa yang kita tulis, unggah, dan sebarkan bisa dilihat banyak orang. Karena itu, masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai komentar atau unggahan kita menyakiti orang lain, memfitnah, atau mengarah pada perundungan,” ujar Riza.Senin (4/5/2026)
Menurutnya, tindakan bullying di media sosial tidak boleh dianggap hal biasa. Sebab, kata-kata kasar, hinaan, ejekan, maupun penyebaran informasi yang merendahkan seseorang dapat berdampak buruk terhadap kondisi mental korban.
“Kadang orang menganggap komentar di media sosial hanya candaan. Padahal bagi korban, itu bisa menjadi tekanan psikologis. Karena itu, mari kita bangun budaya digital yang sehat, santun, dan bertanggung jawab,” katanya.
Riza juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi saat melihat perbedaan pendapat di media sosial. Ia menilai, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan bahasa yang baik dan tidak menyerang pribadi seseorang.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Kominfo terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat. Tujuannya agar warga semakin memahami etika bermedia sosial, mampu memilah informasi, serta tidak mudah menyebarkan konten negatif.
“Bijak bermedia sosial adalah tanggung jawab bersama. Mari gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat, menyebarkan kebaikan, mendukung pembangunan daerah, dan menjaga nama baik Kabupaten Sambas,” tutupnya.(Rai)











Comment