Sanggau, Media Kalbar
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Barat kembali melaksanakan konsolidasi organisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur, meningkatkan soliditas kader, serta mempersiapkan mesin organisasi menghadapi Pemilu 2029.

Konsolidasi tersebut dilaksanakan melalui Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) di Kabupaten Sanggau pada 31 Oktober 2026 dan dilanjutkan di Kabupaten Sekadau pada 1 November 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi organisasi, menyatukan langkah dan menyusun agenda kerja politik di tingkat cabang hingga daerah pemilihan.

Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat, H. Yuliansyah, SE., dalam sambutan dan arahannya pada Rakorcab di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau menegaskan bahwa konsolidasi organisasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan semangat “Kompak, Bergerak dan Berdampak.”
Menurutnya, keberadaan Partai Gerindra di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
“Konsolidasi partai wajib dilaksanakan dengan semangat kompak, bergerak dan berdampak. Kita harus bekerja dan berjuang untuk kepentingan rakyat.” tegasnya.
H. Yuliansyah juga menekankan pentingnya optimalisasi peran anggota DPRD, khususnya dalam menjalankan fungsi representasi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Anggota DPRD, menurutnya, tidak cukup hanya menjalankan aktivitas administratif di lembaga legislatif, tetapi harus aktif turun ke daerah pemilihan masing-masing untuk mendengar, menyerap, serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Kepada anggota DPRD, baik Kabupaten Sanggau maupun Kabupaten Sekadau, tidak boleh hanya duduk, datang dan diam di kantor dewan. Wajib turun ke daerah pemilihannya masing-masing, mendengarkan keluhan masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat melalui APBD masing-masing. Saatnya kita bergerak dan bekerja,” ungkapnya.

Penguatan Organisasi dan Strategi Pemenangan
Dalam Rakorcab tersebut, materi konsolidasi disampaikan oleh Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) serta Bidang Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Barat.
Materi diarahkan pada penguatan struktur organisasi, peningkatan kapasitas dan disiplin kader, pemetaan politik di tingkat daerah pemilihan, serta penyusunan strategi kerja politik yang terukur dan berkelanjutan.
Konsolidasi organisasi dipandang penting karena Pemilu 2029 membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bersifat elektoral, tetapi juga menyangkut kualitas struktur, koordinasi antarkader, penguatan basis konstituen, serta kemampuan partai dalam merespons persoalan masyarakat.
Ketua Bappilu DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat, H. Satono, menegaskan bahwa menghadapi Pemilu 2029 diperlukan soliditas seluruh elemen partai dan konsistensi dalam menjaga semangat perjuangan.
“Dalam menghadapi Pemilu 2029, kita harus solid dan menjaga semangat perjuangan partai. Harapannya, ke depan Partai Gerindra kembali mendapatkan kepercayaan dari rakyat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sanggau yang lebih baik,” ujarnya.
Dari Konsolidasi Menuju Kerja Nyata
H. Mustafa MS, Sekretaris Bappilu DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat menyampaikan bahwa Rakorcab Sanggau dan Sekadau bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan bagian dari proses membangun kesiapan politik melalui konsolidasi yang terstruktur dan berkesinambungan.
Dalam perspektif organisasi politik, konsolidasi memiliki fungsi penting untuk memastikan seluruh struktur memahami arah kebijakan, memiliki pembagian tugas yang jelas, serta mampu menerjemahkan agenda partai menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.
Dengan demikian, semangat “Kompak, Bergerak dan Berdampak” tidak berhenti sebagai slogan organisasi, tetapi menjadi prinsip kerja yang diwujudkan melalui penguatan struktur, kedekatan dengan masyarakat, penyerapan aspirasi, serta perjuangan terhadap kepentingan publik.
Konsolidasi di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau menjadi bagian dari rangkaian persiapan DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat dalam membangun organisasi yang lebih solid, terkoordinasi dan responsif terhadap dinamika masyarakat menuju Pemilu 2029.
Kompak. Bergerak. Berdampak.
(*/Amad)











Comment