SAMBAS, MEDIA KALBAR – Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, resmi kembali diaktifkan melalui kegiatan Soft Launching Reaktivasi PLB Temajuk, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar di halaman PLB Temajuk mulai pukul 08.30 WIB itu menjadi momentum penting dalam membuka kembali konektivitas masyarakat perbatasan Indonesia–Malaysia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah utara Kabupaten Sambas.
Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H. mengatakan, reaktivasi PLB Temajuk diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kehidupan ekonomi warga di kawasan perbatasan.
Menurutnya, terbukanya kembali jalur resmi tersebut dapat menjadi peluang bagi masyarakat Temajuk dan Kecamatan Paloh untuk mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, kuliner, transportasi, penginapan hingga produk UMKM.
Satono berharap masyarakat setempat mampu memanfaatkan peluang yang muncul seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan dari wilayah perbatasan Malaysia.
Temajuk selama ini juga dikenal sebagai salah satu kawasan wisata unggulan Kabupaten Sambas. Karena itu, dibukanya kembali PLB dinilai dapat memperkuat akses menuju kawasan wisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Sambas berharap peningkatan kunjungan tersebut memberikan efek langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
Reaktivasi PLB Temajuk merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas dan pelayanan lintas batas, memperkuat kerja sama sosial ekonomi masyarakat perbatasan Indonesia–Malaysia, serta mempercepat pembangunan kawasan perbatasan Kabupaten Sambas.
Hal itu juga tertuang dalam surat undangan Bupati Sambas tertanggal 10 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Sambas bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pembangunan kawasan perbatasan.
Selain kegiatan soft launching, rangkaian acara juga dilanjutkan dengan Opening Festival Kuliner Tradisional Bubur Pedas dan Opening Expo UMKM setelah Ishoma dan makan siang di Rumah Tebalik.
Festival kuliner dan pameran UMKM tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk lokal serta kuliner khas Sambas kepada tamu maupun pengunjung yang datang ke kawasan Temajuk.
Satono menilai keberadaan PLB Temajuk harus memberikan manfaat yang lebih luas dan tidak berhenti pada fungsi sebagai pintu keluar-masuk masyarakat.
Pembangunan fasilitas pendukung, infrastruktur jalan, jaringan telekomunikasi, pelayanan publik dan penguatan sektor ekonomi masyarakat juga perlu terus dilakukan agar Temajuk berkembang sebagai kawasan perbatasan yang maju.
Di sisi lain, beroperasinya kembali PLB juga memungkinkan aktivitas lintas negara dilakukan melalui jalur resmi dan lebih terkontrol.
Pengawasan terhadap lalu lintas orang dan barang dapat dilaksanakan sesuai ketentuan keimigrasian, kepabeanan, karantina serta keamanan perbatasan.
Pemerintah Kabupaten Sambas berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah daerah serta instansi terkait terus diperkuat setelah PLB kembali beroperasi.
Dengan reaktivasi PLB Temajuk, kawasan perbatasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pintu penghubung Indonesia–Malaysia, tetapi juga tumbuh sebagai pusat ekonomi dan pariwisata baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sambas.(Rai)











Comment