JAKARTA, Media Kalbar
Poltekkes Kemenkes Jakarta III berkolaborasi dengan Gerakan Aku Sahabatmu resmi meluncurkan film edukasi Senja di Pelangi. Peluncuran digelar di CGV FX Sudirman, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Film berdurasi pendek ini mengangkat isu yang akrab dengan remaja. Mulai dari kesehatan mental, Kekerasan Berbasis Gender Online/KBGO, body shaming, toxic relationship, hingga pentingnya berani mencari pertolongan dan menciptakan ruang aman.
Edukasi Kesehatan dengan Bahasa Anak Muda
Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Dr. Siti Badriah, menyebut film ini sebagai inovasi agar pesan kesehatan tidak kaku dan lebih mudah dipahami remaja.
“Senja di Pelangi adalah wujud komitmen kami mendekatkan edukasi kesehatan pada generasi muda. Lewat pendekatan sinematik, pesan soal kesehatan mental, relasi sehat, dan pencegahan KBGO diharapkan menjangkau lebih luas,” kata Dr. Siti.
Didukung Kemenkes hingga Komunitas Sekolah
Peluncuran dihadiri Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes RI dr. Yuli Farianti, M.Epid., Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Anna Kurniati, S.K.M., M.A., Ph.D., Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan dr. Imran Pambudi, M.P.H., dan Direktur Bina Kesehatan Reproduksi dr. Ruri Mutia Ichwan.
Turut hadir Wakil Menteri Transmigrasi Boki Ratu Nita Budhi Susanti, pimpinan PP IBI, PPNI, IDI, serta mitra internasional UNFPA, WHO, JICA, KOICA, dan Goethe-Institut. Siswa SMA Negeri 107 Jakarta Timur, SMA Negeri 1 Depok, dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta III juga ikut menyaksikan.
Cerita Alya, Gambaran Remaja Era Digital
Film ini dibintangi Hetty Astri selaku Founder Gerakan Aku Sahabatmu, Arief Luqman Caka sebagai Arel, Faiza Khanza sebagai Alya, Jehanara sebagai Ibu Alya, dan Dewi Yani sebagai Ibu Guru.
Alurnya menyoroti tekanan remaja di ruang digital. Mulai dari penyebaran konten pribadi tanpa izin, jeratan KBGO, hubungan yang tidak sehat, hingga persoalan kesehatan mental yang sering luput dari perhatian.
Poltekkes Kemenkes Jakarta III dan Gerakan Aku Sahabatmu menegaskan, film ini tidak dikomersialkan. Akses tonton gratis akan dibuka untuk SMP dan SMA melalui koordinasi dengan Poltekkes Kemenkes Jakarta III.
“Harapannya, Senja di Pelangi menjadi pemicu dialog di sekolah dan keluarga. Sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, dan suportif bagi remaja Indonesia,” tutup Hetty Astri. (*/MK)











Comment