by

PTPN Group Perkuat Pengendalian Karhutla melalui Kesiapsiagaan PTPN IV Regional V di Kalimantan

Pontianak, Media Kalbar

PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) Regional V, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menyiagakan 19 regu yang terdiri dari 336 personel di seluruh unit kerja (Kalimantan). Kesiapan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Kekuatan personel tersebut tidak hanya diarahkan untuk menangani kejadian di areal operasional perusahaan. PTPN IV Regional V juga memperkuat sinergi lintas wilayah bersama pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, serta unsur masyarakat. Kolaborasi dilakukan melalui dukungan personel, sarana pemadaman, patroli, pertukaran informasi, hingga respons bersama ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, menegaskan bahwa pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan dan koordinasi berbagai pihak.

“Kami tidak ingin pengendalian Karhutla hanya dipandang sebagai tanggung jawab perusahaan di wilayah operasionalnya. Ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan dukungan, sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri dan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk melindungi lingkungan dan masyarakat,” ujar Sudarma.

Untuk memperkuat pengawasan, PTPN IV Regional V juga mengoperasikan dashboard monitoring Karhutla sebagai sistem pemantauan dan pelaporan terintegrasi dari unit hingga tingkat regional. Melalui sistem ini, aktivitas patroli, laporan kejadian, status penanganan, hingga klasifikasi lokasi kejadian dapat dipantau secara real time.

Setiap unit menjalankan patroli dalam tiga shift per hari yang terhubung dengan sistem pelaporan. Informasi mengenai kejadian kebakaran dapat diperbarui secara berkala, termasuk status apakah api sudah atau belum dipadamkan serta apakah kejadian berada di dalam maupun di luar areal HGU. Sistem tersebut juga memiliki pembaruan otomatis hingga 90 detik sehingga informasi dari lapangan dapat segera diterima dan menjadi dasar koordinasi penanganan.

Keberadaan dashboard tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun pola pengendalian yang tidak berhenti pada respons ketika api muncul. Data lapangan dikumpulkan secara terintegrasi agar potensi kejadian dapat segera diketahui, diteruskan kepada pihak terkait, dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

“Yang kami bangun bukan hanya kesiapan ketika api sudah muncul, tetapi sistem pengendalian yang dimulai dari pencegahan, deteksi dini, respons cepat hingga evaluasi. Setiap kejadian harus terpantau, dilaporkan, dan ditindaklanjuti,” tambah Sudarma.

Selain kesiapan personel dan sistem monitoring, PTPN IV Regional V terus memperkuat sarana dan prasarana pengendalian Karhutla serta koordinasi dengan berbagai pihak. Dukungan juga diberikan dalam penanganan kejadian di wilayah sekitar melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan unsur pengendalian Karhutla, sehingga upaya penanganan dapat dilakukan secara bersama dan tidak terbatas pada batas operasional perusahaan.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa pengendalian Karhutla bagi PTPN IV Regional V, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), tidak hanya berorientasi pada perlindungan areal perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung upaya bersama menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat. Dengan 19 regu, 336 personel, dukungan sarana, serta dashboard monitoring yang terintegrasi, perusahaan terus memperkuat kesiapan untuk mencegah, mendeteksi, dan membantu menangani Karhutla secara cepat dan terkoordinasi. (Mbis/MK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed