by

Rian Efriza Benarkan Ada Upeti Pada PETI, Bongkar Tuntas Alirannya Kemana Dan Minta Kasusnya Ditangani Polda Kalbar

Pontianak, Media Kalbar

Rian Efriza Alias Badong kembali membuat pernyataan mengejutkan kepada media kalbar /mediakalbarnews.com, Rabu (27/10/21) terkait kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menyeretnya sebagai tersangka. ia menyampaikan dan membenarkan ada Upeti atau pungutan pada usaha illegal tersebut.
Rian menyampaikan bahwa apa yang iya sampaikan dipengadilan kemarin berdasarkan bukti yang jelas. “pembayaran ingkam desa Rp.6.650.000,/ unit exsavator sudah diakui dan dibenarkan oleh Kapala Desa Beringin Ujang Herman didepan Kapolres Kapuas Hulu Wedy Mahadi dan Bupati Kapuas Hulu, dan untuk uang ingkam keamanan Rp.15.000.000/unit exsavator tidak diketahui Herman kemana arahnya.” tutur Rian melalui ponsel (Whatsapp).

Rian Efriza meminta uang ini d telusuri siapa yang menikmatinya. “panggil koordinator ingkam keamanan dan ingkam desa untuk dimintai pertanggung jawaban perihal uang tersebut.” tegasnya.
Dia juga menyampaikan, sebelum menetapkan dirinya sebagai tersangka, seharusnya proses secara hukum terlebih dahulu Kades Beringin Ujang Herman dan Kapolres Kapuas Hulu, karena jelas apa yang disampaikan kades desa beringin ujang herman didepan Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi dan juga Bupati Kapuas Hulu bahwa benar adanya kegiatan ilegal dan benar adanya upeti dari hasil ilegal, bahkan Kapolres dan Bupati meninjau langsung masjid yang sedang dibangun di Desa Beringin yang mana dibangun dari hasil kegiatan ilegal di Desa Beringin, ” dan mengapa apa bila itu salah tidak diproses secara hukum, serta masjid yang dibangun dari hasil ilegal tidak di policeline? ada permainan apa dibalik ini semua?” ujarnya.

Rian memohon kepada Bapak Kapolri dan Kapolda Kalbar untuk segera memproses apa yang terjadi di wilayah desa beringin,
“saya pegang bukti rekaman suara pembicaraan oknum aparat dan kades desa beringin membahas masalah uang keamanan, saya juga pegang bukti percakapan di grub WA khusus pemain exsavator yang mana koordinatornya menginstruksikan untuk menyembunyikan semua alat berat di lokasi karena akan ada kunjungan oknum aparat, bukan itu saja saya juga punya bukti rekaman video pada saat rajia terjadi di lokasi dan hanya menumbalkan alat saya saja, sementara exsavator yang lain dibiarkan bekerja dengan santainya. saya merasa sedih, saya selaku putra asli desa beringin dijadikan tumbal, sedangkan toke-toke besar masih dengan santai bekerja menikmati hasil dikampung halaman saya.” tutur Rian.

“saya memohon kepada Kapolri, Kapolda Kalbar dan Kejati untuk menarik kasus ini ke polda kalbar dan kejati, agar masalah ini bisa d buka secara terang benderang dan adil serta tidak ada intervensi hukum didalamnya.
sesuai dengan instruksi kapolri untuk menindak tegas oknum yang bermasalah, copot dari jabatan, pecat dan proses secara hukum yang adil.” imbuhnya dengan tegas.
” karena ini jelas ada pembiaran yang dilakukan Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi terhadap sesuatu yang salah dan ilegal.” tegasnya lagi. (amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed