Pontianak, Media Kalbar
Sejumlah wartawan atau insan pers menghadapi kendala saat hendak melakukan peliputan kegiatan Rapat Anggota Cabang INSA Pontianak yang tengah berlangsung. Acara dilaksanakan di salah satu hotel di Pontianak, Rabu (30/9/2026).
Pihak panitia penyelenggara terkesan membatasi dan memblokir akses liputan bagi media di luar daftar tertulis yang telah ditentukan.
Berdasarkan pantauan di lokasi acara, jurnalis yang hadir berdialog dengan perwakilan panitia pelaksana. Pihak panitia menegaskan bahwa akses liputan dan wawancara hanya diperuntukkan bagi media tertentu yang sudah terdaftar secara resmi oleh ketua panitia.
“Kami dari panitia sudah menyerahkan ke media yang sudah terdaftar. Setelah itu, di luar dari itu adalah di luar tanggung jawab kami,” ujar salah satu perwakilan panitia di lokasi kegiatan.
Panitia beralasan langkah pembatasan ini diambil untuk menghindari ketidaksesuaian pemahaman serta menjaga koordinasi internal panitia, mengingat adanya kekhawatiran terkait tanggapan dari pimpinan atau ketua panitia jika ada media di luar daftar yang melakukan wawancara langsung.
Di sisi lain, para wartawan sempat mempertanyakan keterbukaan dan transparansi akses informasi publik dalam kegiatan tersebut.
Meski tidak diperkenankan melakukan wawancara langsung dengan ketua panitia maupun peliputan di dalam ruangan, para jurnalis memilih untuk menghormati keputusan panitia di lapangan sambil menegaskan pentingnya keterbukaan informasi bagi publik.
Hal ini sangat riskan mengingat Ketua INSA Pontianak, Tju Fo Phin sangat terbuka dengan para wartawan. Diduga ada oknum panitia yang sengaja menghalangi atau membatasi wartawan untuk meliput kegiatan asosiasi pelayaran tersebut.
(*/MK)











Comment