by

Cegah Stunting, Bupati Satono Akan Bentuk TPPS di 19 Kecamatan, Hendy Wijaya : Calon Pengantin Wajib Download Aplikasi Elsimil

SAMBAS, Mediakalbarnews.com –

Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar rapat pembentukan Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Tahun 2022. Rapat tersebut bertajuk “Mari Cegah Stunting untuk Sambas Berkemajuan”, di Aula Utama Bupati Sambas, Kamis (10/3/2022).

Bupati Sambas, Satono mengapresiasi BKKBN yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Kabupaten Sambas yang notabene wilayah perbatasan terkait pengentasan masalah stunting.

“Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada BKKBN yang telah memberikan atensi yang luar biasa kepada Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan. Pengentasan stunting tidak hanya tugas Kepala Daerah saja tapi semua pihak juga harus membantu,” jelasnya

Bupati Satono mengatakan, rapat pembentukan TPPS tersebut sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021, tentang Percepatan Penanganan Stunting di Indonesia tanggal 5 Agustus 2021.

“Tim Percepatan Penanganan Satunting ini diharapkan bisa membantu penanganan Stunting di Kabupaten Sambas dengan konsep kolaboratif sebagaimana Perpes Nomor 72 Tahun 2021,” katanya.

Bupati Satono mengatakan, hasil rapat pembentukan TPPS tersebut, Pemerintah Kabupaten Sambas akan membentuk TPPS tingkat kecamatan di 19 kecamatan yang ada.

“Insyaallah pascarapat ini, kita akan bentuk TPPS tingkat kecamatan di 19 kecamatan. Mudah-mudahan dengan adanya TPPS ini bisa menekan angka Stunting di Kabupaten Sambas,” katanya.

Kadis P3AP2KB Kabupaten Sambas Hendy Wijaya, SKM, MPH menerangkan Bapak Presiden menyampaikan bahwa kerugian akibat Stunting juga dapat menyebabkan dampak jangka panjang di bidang kesehatan berupa perawakan pendek, peningkatan risiko obesitas, penurunan kesehatan reproduksi, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan kemiskinan.

“Sosialisasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sambas, kita mengundang instansi terkait. Ibaratnya ini program pentahelix melibatkan dari pada pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan media,” jelasnya.

Dirinya berharap media bisa mensuport secara masif bahwa penurunan stunting ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Bagaimana berkolaborasi demi mewujudkan generasi kita menyongsong generasi emas.

“Kegiatan ini bersifat integratif holistik jadi intervensi stunting ini tidak hanya intervensi spesifik yang selama ini kita kenal. Apabila ada kasus stunting kita obati, kita rehabilitasi, kemudian sehat, karena tidak ada pengetahuan terhadap asumsi gizi, pola asuh yang baik lalu melahirkan stunting. Ini siklus yang berulang, kita tidak ingin seperti itu,” katanya.

Hendy Wijaya, menambahkan bahwa intervensi hulunya adalah seluruh calon pengantin merupakan beresiko stunting. Sehingga pihaknya bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setiap pasangan yang akan menikah akan kita dampingi.

“Kita edukasi bahkan nanti ada aplikasi bernama Elsimil, atau elektronik siap nikah siap hamil sebagai bahan edukasi. Melalui gedget nanti pasangan bisa download dengan gratis,” katanya.

Hendy Wijaya mengungkapkan, di dalam aplikasi tersebut tersedia konten dengan fitur untuk edukasi bagaimana menjadi ibu yang baik. Pola asuh yang baik, kemudian bisa menjadi tempat konseling tim pendamping keluarga.

“Melalui Elsimil akan terdata bagaimana profil calon pengantin, kunci memastikan calon pengantin tidak anemia, sebab kalau perempuan anemia mengalami resiko pendarahan dan anaknya pasti Stunting,” jelasnya.

Dikatakannya, maka asupan gizi harus betul. Nanti diukur anemia dan untuk mengetahui anemia atau tidak kita ukur indeks masa tubuh nya, lingkar lengannya dan ukur HB-nya.

“HB jangan sampai dibawah 11. Kemudian pada fase hamil juga dijaga jangan sampai anemia. Kemudian setelah lahir jaga berat badan, jangan lahir rendah kurang dari 2,5 kg, panjang badan kurang 48 cm, ini tanda tanda melahirkan bayi Stunting, kalau dari 0-2 tahun tidak diintervensi gizi yang baik maka bisa jadi Stunting, ini yang perlu jadi pemahaman. Prinsipnya kita mengajari anak anak kita bisa menjadi orang tua hebat menjadi ayah dan ibu hebat memahami pola asuh baik sehingga mencegah anak anaknya terkena Stunting,” jelasnya.
( Rai )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed