by

Hal Penting Saat Gubernur Sampaikan Program Unggulan Pada FGD SLISN Lemhanas

Pontianak, Media Kalbar

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, SH. M.Hum., menjelaskan salah satu program prioritas di Kalbar yaitu peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) yang disebut membangun desa mandiri, kemudian melalui 54 indikator yang harus terpenuhi untuk menuju desa mandiri dan sejahtera.

“Ketika desa sudah menjadi status Desa Mandiri, maka sumber konflik akan berkurang dan masyarakat akan fokus pada capaian kesejahteraan karena semua kebutuhan sudah ada,” kata H. Sutarmidji di Hotel Ibis Pontianak, usai menyampaikan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) Studi Lapangan Isu Strategis Nasional (SLISN) kepada 25 orang peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXIII Tahun 2022. Selasa (14/6).

Gubernur Kalbar juga sependapat dengan pernyataan Presiden RI terkait Sumber Daya Alam (SDA) yang harus dilindungi dan tidak dijual mentah

“Jika bauksit langsung diubah menjadi aluminium, maka dapat memberikan penambahan nilai ekspor yang 19 kali lebih dibandingkan dijual dalam kondisi mentah. Pengelolaan SDA seperti ini menjadi lebih bijak dan semakin baik, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” jelas Gubernur.

Kemudian tambah Midji bahwa apa yang sudah terjadi pada masalah minyak gireng dan CPO, menjadikan kita berpikir bagaimana untuk mengelola SDA secara bijak, baik untuk kesejahteraan masyarakat kita.

Selanjutnya, sektor kesehatan dan pendidikan merupakan sektor penting untuk diperhatikan dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar.

“Pada sektor kesehatan, saya selalu wacanakan rumah sakit tanpa kelas, tetapi merawat dan inapkan pasien berdasarkan penyakit yang diidapnya. Jenis penyakit ini yang seharusnya mendapatkan penanganan kelas 1, 2, 3 yang prioritas. Sedangkan untuk pendidikan, sejak awal menjabat sebagai Gubernur, saya sudah membebaskan biaya pendidikan agar anak-anak Kalimantan Barat tidak ada yang putus sekolah.”jelasnya.

Kemudian lamanya usia 18 tahun harapan usia belajar 12,5 tahun jadi sudah tamat SMD dan Diploma 1. “Walaupun IPM masih rendah 68 memang itu akibat usia 25 tahun keatas masih 7,4 tahun.” Ujarnya.

Kasus stunting masih tinggi, kemudia anka kemiskinan kita berusahan tekan dengan baik.

FGD tersebut Dihadiri Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Komjen Pol. Drs. Purwadi Arianto, M.Si., Tenaga Ahli Pengajar Lemhanas RI, Laksda TNI Budi Setiawan, S.T., M.Tr.Opsla., Dirmatlaitadik Debiddikpimkatnas Lemhanas RI, Brigjen Pol Drs. Djoko Poerbohadidjojo, M.Si., beserta jajaran Forkopimda Prov Kalbar, Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., Pangdam XII Tanjungpura, Kapolda Kalbar.

Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Komjen Pol. Drs. Purwadi Arianto, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bersifat rutin dilaksanakan oleh Lemhanas dan ini angkatan 63 sedang melaksanakan survey, studi banding pertama di Bali, Kalbar, Kalteng.

“Dalam rangka mencari dan menemukan hal-hal yang positif termasuk yang ada di Kalbar yang bisa diangkat nasional program-program unggulan diangkat secara nasional.” Katanya.

Menurutnya bukan hanya pemerintahan, tapi juga rekreasi, tambang, hubungan sosial masyarakat, isu perbatasan, isu konflik, kesejahteraan yang memperkaya wawasan peserta.

Terpilih di Kalbar, karena mempunyai kelebihan, akan juga kunjungan kelapangan untuk memperkaya referensi peserta. (Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed