by

Kasus Gagal Ginjal di Sambas Meningkat, Dinkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Sambas, Media Kalbar – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mencatat tren peningkatan kasus gagal ginjal sepanjang tahun 2025. Kepala Dinas Kesehatan Sambas, dr. H. Ganjar Eko Prabowo, M.M, menyebut kondisi ini harus menjadi perhatian serius karena penyakit gagal ginjal termasuk penyakit tidak menular yang berpotensi menyebabkan kematian jika tidak ditangani sejak dini.

“Gagal ginjal terjadi ketika fungsi ginjal menurun atau berhenti bekerja sehingga tubuh tidak mampu menyaring cairan dan sisa metabolisme. Pola hidup masyarakat berperan besar terhadap meningkatnya kasus ini,” ujar dr. Ganjar kepada jurnalis media kalbar Rabu(19/11)

Berdasarkan Riskesdas, prevalensi gagal ginjal di Indonesia meningkat signifikan dari 2 persen pada 2023 menjadi 3,8 persen pada 2024. Pada tahun yang sama, terdapat 134.057 pasien gagal ginjal kronis yang harus menjalani hemodialisa atau cuci darah.

Di Kabupaten Sambas, situasinya tak jauh berbeda. Sepanjang tahun 2025, 756 pasien tercatat menjalani hemodialisa, dengan 51 kasus kematian. Angka ini dinilai cukup tinggi untuk wilayah kabupaten dan perlu mendapat perhatian lintas sektor.

Menurut dr. Ganjar, penyebab gagal ginjal sangat beragam. Diabetes melitus dan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menjadi pemicu terbesar. Selain itu, terdapat pula faktor genetik seperti kista ginjal, penyakit autoimun, hingga gangguan aliran darah ke ginjal.

Gaya hidup tidak sehat juga mempercepat kerusakan ginjal. “Merokok, konsumsi makanan tinggi gula dan garam, dehidrasi, serta penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang menjadi faktor risiko yang sering diabaikan masyarakat,” kata dr. Ganjar.

Dinkes Sambas terus mengingatkan pentingnya pencegahan melalui perubahan perilaku. Masyarakat dianjurkan untuk:

1. Memperbanyak minum air putih
2. Mengurangi konsumsi garam dan gula
3. Berolahraga rutin
4. Menghindari rokok dan alkohol
5. Mengontrol tekanan darah serta gula darah
6. Tidak sembarangan mengonsumsi obat pereda nyeri
7. Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala

“Deteksi dini adalah kunci. Dengan memeriksakan diri secara rutin, peluang mencegah kerusakan ginjal yang lebih berat akan jauh lebih besar,” tutur dr. Ganjar.

Ia menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Sambas berkomitmen memperkuat edukasi kesehatan masyarakat dan layanan fasilitas kesehatan untuk menekan angka kasus gagal ginjal di masa mendatang.”jelasnya (Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed