Pontianak, Media Kalbar
Sehubungan dengan sudah dilaunching program Desa Sakti atau Desa Bebas Anak Tidak Sekolah oleh Gubernur Kalbar H. Ria Norsan pada saat Musrenbang RKPD Provinsi Kalimantan Barat pada hari Selasa 21 April 2026, PKBM siap menjadi garda terdepan untuk mensukseskan.

Hal ini disampaikan Ketua DPW Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Kalbar, Mahathir Muhammad saat diwawancarai pada sela-sela Kegiatan PKBM Expos di Aula Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kalbar, Rabu (22/4/2026).
Dijelaskan bahwa dengan program tersebut yang bertujuan untuk menuntaskan anak putus sekolah di Kalbar yang mencapai 116 ribu, PKBM mempersiapkan tata kelola, digitalisasi, inovasi. “Kita juga mempersiapkan SDM PKBM, apalagi PKBM menjadi garda terdepan dalam mensukseskan Desa Sakti,” ujarnya.
Mahathir Muhammad juga menyampaikan bahwa dengan Kajati Kalbar menjadi Bapak Asuh PKBM di Kalimantan Barat maka diyakini PKBM bisa berbuat untuk meningkatkan IPM Kalbar terutama dalam bidang pendidikan.
Saat ini PKBM di Kalimantan Barat ada 202 lembaga PKBM, dengan peserta mencapai 25 ribu, masih jauh dari 116 ribu anak putus sekolah.
Mahathir Muhammad juga mengapresiasi dengan Kajati Kalbar menjadi Bapak asuh PKBM di Kalimantan Barat, dengan basis penegak hukum tentu sudah jelas aturan, peran strategis PKBM terutama dalam hukum, ada peserta PKBM yang masih dibina hukum. “Jadi kolaborasi dan sinergi menjadikan SDM di Kalbar lebih baik, pendidikan juga bisa dirasakan oleh anak-anak yang kurang beruntung,” tuturnya.
Sementara dalam kegiatan Konsolidasi PKBM Sinergi berkelanjutan dengan tema Transformasi tata kelola, digitalisasi dan inovasi PKBM se Kalimantan Barat dalam mengakselerasi IPM menuju pendidikan bermutu untuk semua, hadir sebagai nara sumber stakeholder terkait.
Kepala Dinas PMD Provinsi Kalbar, Hendra Bachtiar saat menjadi nara sumber memaparkan bahwa Desa di Kalbar beragam, ada di pesisir, kawasan hutan, pedalaman dan perbatasan.
Terkait itu PKBM diharapkan bisa meluluskan yang ada ijazah dan siap kerja, kurikulum PKBM juga harus standar nasional. Selain itu Keterampilan juga mesti disesuaikan dengan karakter desa
Diharapkan PKBM bisa memetakan desa setempat, potensi, susun muatan lokal yang sesuai, bangun kemitraan dengan yang ada di desa.
Selain Kadis PMD Kalbar yang menjadi nara sumber antara lain Sekdis Dukcapil Provinsi Kalbar, Bappeda Kalbar, Dinas Pendidikan Kalbar, Disnaker Kalbar dan lainnya. (Amad)









Comment