Oleh : H. Masliansyah*
Mencermati kasus menimpa Presiden Prabowo Subianto yang dikhianati oleh pembantu dan orang dekatnya yang berhasil dibongkar oleh Mabes Polri, kita berikan apresiasi tinggi kepada Kapolri Jenderal Polisi DR.(HC) Suyudi Ario Seto, SIK, SH, M.Si., yang bertindak tegas tanpa pandang bulu, kita tidak membahas masalah tersebut secara mendalam, di era keterbukaan arus informasi tidak bisa di sumbat lagi, semua pihak termasuk masyarakat mudah meng aksesnya, apalagi menjadi topik hangat yang menghebohkan di media cetak, elektronik.
Terpulang kepada ulasan singkat diatas, sebagai tanda sayang kita kepada Gubernur – Wagub (Agustiar Sabran – Edy Pratowo) belajar dari kasus di Pusat Pemerintahan kita, paling tidak terhadap Gubernur Agustiar Sabran,Wagub Edy Pratowo tidak menutup kemungkinan terjadi nya pengkhianatan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang bisa mengganggu kepemimpinan duet Agustiar Sabran – Edy Pratowo, kami mencoba mengulas berdasarkan masukan dari berbagai Nara sumber yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu, ikuti tulisan singkat dibawah ini.
Ring 1 Berkuasa Melebihi Gubernur, Ancaman Pemerintahan Bayangan
Fenomena lingkaran terdekat (Ring 1) kepala daerah yang bertindak melampaui kewenangan gubernur kian disorot publik.
Kelompok non-struktural ini kerap mengintervensi penempatan pejabat, anggaran, hingga proyek strategis tanpa prosedur birokrasi yang sah.
Dampak Utama
Lumpuhnya Meritokrasi, ASN tertekan oleh loyalitas personal, mengabaikan kompetensi dan integritas.
Minim Akuntabilitas, Kelompok Ring 1 tidak memiliki legitimasi politik maupun pertanggungjawaban hukum langsung kepada rakyat.
Hilangnya Kepercayaan Publik,Memicu shadow government yang merusak tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Publik mendesak kepala daerah untuk tegas membatasi ruang gerak lingkaran terdekatnya agar birokrasi kembali pada rel profesionalisme dan transparansi. (*)
*Ketum Forum Warga Kalteng Se-JABODETABEK/Mantan Wartawan PUSPEN ABRI.








Comment