Pontianak, Media Kalbar
Eksistensi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar) semakin diperhitungan. Pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) XVIII Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Universitas Tanjungpura, 20–22 Juli 2026, sejumlah juara disabet mahasiswa UNU Kalbar.
Gelar juara yang diraih membuktikan mahasiswa UNU Kalbar tidak hanya unggul di ruang akademik, tetapi juga mampu bersinar di panggung seni dan budaya. Di tengah persaingan kampus lain, mereka tampil penuh percaya diri dan berhasil mengharumkan nama almamater.
Yuni Listiarini, M.Pd, dosen pendamping mahasiswa itu, merasa bangga atas pencapaian prestasi yang dicapai mahasiswa. Tentunya, masih banyak kekurangan. Prestasi yang didapat membuktikan mahasiswa UNU Kalbar mampu bersaing dengan kampus-kampus senior.
Berikut prestasi yang diraih mahasiswa. M. Sehid dari PGSD berhasil meraih Juara 1 Fotografi, sedangkan Marlisa dari Program Studi Manajemen menjadi Juara 1 Penulisan Lakon. Ramli dari PGSD meraih Juara 2 Baca Puisi Putra, Maryuni dari PGSD Juara 2 Baca Puisi Putri, Risa Risanti dari PGSD Juara 2 Menyanyi Dangdut Putri, Mukarromah dari PGSD Juara 2 Monolog, serta Sutri Ramyati dari PGSD Juara 2 Menyanyi Keroncong Putri.
Prestasi lainnya diraih Fauzan dari Manajemen sebagai Juara 3 Menyanyi Dangdut Putra, Bagus dari Agribisnis sebagai Juara 3 Penulisan Puisi, M. Jeffry dari Manajemen sebagai Juara 3 Penulisan Cerpen, serta tim tari Program Studi Agroteknologi yang terdiri atas Anisa, Flavia, Gina, Fahsya, dan D. Leni yang berhasil meraih Juara 3 Lomba Tari.
Kebanggaan semakin lengkap karena dua mahasiswa UNU Kalbar yang meraih Juara 1, yakni M. Sehid dan Marlisa, akan mewakili Provinsi Kalbar pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) Tahun 2026 di Jember, Jawa Timur. Amanah tersebut menjadi kehormatan besar, bukan hanya bagi keduanya, tetapi juga bagi UNU Kalbar dan seluruh masyarakat Kalimantan Barat.
Prestasi ini menunjukkan, kesempatan untuk berprestasi selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar, berlatih, dan berani mencoba. Seni tidak hanya melahirkan karya yang indah, tetapi juga membentuk karakter, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kreatif, dan semangat berkolaborasi. Nilai-nilai itulah yang menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan.
PEKSIMIDA bukan sekadar kompetisi seni. Ajang ini menjadi ruang pembuktian kreativitas, karakter, dan dedikasi mahasiswa. Melalui fotografi, sastra, musik, teater, hingga tari, para peserta menunjukkan bahwa seni adalah bahasa yang mampu menyampaikan gagasan, merawat budaya, sekaligus membentuk pribadi yang tangguh. Bagi para juara, kemenangan bukanlah hasil keberuntungan, melainkan buah dari latihan, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. (*/Amad)










Comment