by

Udara Sambas Tidak Sehat, Dinkes Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Sambas, Media Kalbar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sambas mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, tercatat 115 dengan PM2.5 sebagai parameter kritis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, mengatakan masyarakat perlu mengurangi paparan udara luar, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, penderita asma, penyakit paru dan penyakit jantung.

Ganjar menyarankan warga yang harus beraktivitas di luar rumah menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi partikel halus, seperti N95, KN95 atau KF94.

Aktivitas fisik berat maupun olahraga di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.

Dinkes Ingatkan Kelompok Rentan

Penderita asma diminta memastikan obat maupun inhaler tetap tersedia. Sedangkan penderita penyakit jantung perlu mewaspadai gejala seperti sesak napas, jantung berdebar, nyeri dada ataupun kelelahan yang tidak biasa.

Anak-anak, lansia serta ibu hamil juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalisasi paparan partikel PM2.5.

Untuk mengurangi paparan di dalam rumah, masyarakat dapat menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan air purifier dengan filter HEPA juga dapat dipertimbangkan apabila tersedia.

Karhutla hingga Bakar Sampah Jadi Perhatian

Selain langkah kesehatan jangka pendek, Dinkes menilai pengendalian sumber pencemaran perlu dilakukan secara bersama-sama.

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu hal yang harus diperkuat, terutama melalui pengawasan dan patroli di kawasan rawan kebakaran selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka karena asap yang dihasilkan dapat memperburuk kualitas udara di lingkungan permukiman.

Upaya lain yang dapat dilakukan antara lain pengendalian emisi kendaraan, penambahan ruang terbuka hijau dan penanaman pohon di kawasan perkotaan Sambas.

Data ISPU Bisa Jadi Peringatan Dini

Dinkes Sambas juga mendorong pemanfaatan data dari stasiun pemantauan kualitas udara di sekitar Kantor Bupati Sambas sebagai peringatan dini kepada masyarakat.

Informasi ISPU dinilai penting disampaikan secara berkala melalui sekolah, pemerintah daerah, media maupun kanal digital sehingga warga dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara.

Berdasarkan pemantauan pada Rabu (19/8/2026) pukul 06.00 WIB, nilai ISPU Sambas tercatat 115 atau kategori tidak sehat, dengan PM2.5 sebagai parameter pencemar paling dominan.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed