by

Aksi Massa Aliansi 050523, Ini Tuntutannya Kepada DPRD Kalbar

Pontianak, Media Kalbar

Aksi Massa Aliansi 050523 menuntut DPRD Provinsi Kalimantan Barat untuk mewujudkan, dan memperjuangkan tuntutan aksi damai tersebut

Adapun tuntutan aksi massa 050523 sebanyak 14 tuntutan yaitu: Cabut dan Batalkan UU Cipta Kerja No 6 th 2023; Cabut permenaker No 5 tahun 2023,  Berikan Upah minimum yang layak bagi Buruh, Tingkatkan pengawasan dari Badan Pengawas Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja terhadap hak-hak buruh perempuan, Segera sahkan RUU PPRT, Mendesak pemerintah mengangkat seluruh tenaga honorer menjadi tenaga PPPK tanpa terkecuali,  Tolak grari kerja outsourcing, kontrak dan magang, Berikan jaminan perlindungan terhadap buruh migran Indonesia, Mendesak pemerintah segera membentuk Undang-Undang perlindungan buruh perkebunan Khususnya dalam sektor kelapa sawit,  Berikan jaminan harga dan naikan harga komoditi milik petani, Hentikan intimidasi, kriminalisasi, terror dan kekerasan oleh aparat Negara terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak-haknya, Hentikan perampasan dan monopoli tanah dan laksanakan reforma agraria sejati sesuai dengan amanat UU Pokok Agraria No 5 tahun 1960,  Wujudkan pembangunan industrialisasi nasional yang berlandaskan prinsip demokrasi ekonomi sebagaimana diatur pada pasal 33 UUD 1945 dan Tolak impor beras dan wujudkan produksi beras dalam negeri yang sebagaimana tertuang pada pasal 15 UU nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

Aliansi 050523 ini tergabung dalam berbagai elemen ORMAS,OKP, BEM dan Masyarakat yaitu: BEM Pertanian Untan,
GMNI DPD KALBAR, PMKRI ST. Thomas More, IMKB, HIMAPA, FMN Pontianak, EXTINCTION REBELLION, AKSI Kamisan, AGRA KALBAR, LINK – AR BORNEO, LBH Pontianak, LBH Kalbar, Dan GSBI

Bernardinus Tagaptiam gudag selaku Koordinator Lapangan dan Ketua BEM Fakultas Pertanian Untan mengungkapkan bahwa aliansi ini hadir karena keresahan Buruh, Tani dan masyarakat yang dimana kami gaungkan saat memperingati hari buruh 1 mei 2023 namun karena baru selesai hari raya sehingga dapat terlaksana pada tanggal 5 mei.

“Gerakan aliansi ini bergerak melakukan aksi karena buruh, petani dan masyarakat terbungkam dengan ekonomi yang ada sehingga mereka memilih untuk fokus terhadap isi dapur daripada melakukan unjuk rasa sehingga kami selaku anak dari masyarakat, Buruh, petani, pegawai dan lain-lain memperjuangakn hak-hak mereka, keluh kesah dalam aliansi gerakan 050523 ini.” Ujarnya.

Selanjutnya Tagap juga menyampaikan aspirasinya bahwa Aliansi ini memikirkan masa depan Buruh karena harapannya membuat masa depan kita semua menjadi lebih bermartabat melalui kebijakan yang begitu humanis dan sangat menjunjung tinggi kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya kalbar.

“Harapan kami kepada DPRD Provinsi Kalbar agar memperjuangkan dan mengkawal tuntutan ini yang kami suarakan dari buruh, tani dan masyarakat.” Ungkapannya.

“Kami menuntut secepatnya DPRD Provinsi Kalbar memperjuangkan hak-hak buruh, petani dan masyarakat baik itu melalui perangkat pemerintah, perda dan apapun yang dapat membuat perubahan kehidupan buruh, petani dan masyarakat.” Tegasnya. (*/Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed